Pagi didepan Istana

Kehidupan itu indah
Indah menurut manusia yang hatinya indah
Menurut insan yang mengucapkan kata indah
Menurut makhluk yang berfikir indah
Bagi tubuh yang bertindak indah

Negriku katanya indah
Tapi ku tak menemukannya
Apakah karena hatiku sudah tidak indah?
Negriku katanya kaya dan makmur
Tapi ku tak melihatnya
Apakah karena jiwaku yang miskin dan sengsara?
Negriku katanya damai dan tentram
Tapi ku tak merasakannya
Apakah karena aku gundah gulana?

Pagi hari kulihat para pengemis didepan istana
Yah hanya kurang dari 10 meter dari istana megah di jalan merdeka.
Siang harinya ku lihat anak membawa aqua berisi pasir
Ia menyanyikan lagu – lagu indah tentang negri ini
Ia menyanyikannya tak lebih dari radius 1 meter depan gedung DPR.
Sore hari ku berjalan ke kampus
Kampus nan indah dengan perlengkapan mewah
Tapi sayang disampingnya ada anak yang sedang membaca buku di rumah kardusnya
Buku usang, sudah tersobek – sobek.
Malam hari ku pulang melewati mall
Terlihat para pedagang sedang mengusap lehernya dengan handuk usang
Bukan pedagang dalam mall
Tapi pedagang pakaian bekas
Tepat didepan mall mewah tersebut

Ku pulang menemui gubuk tuaku
Sepanjang perjalanan akhirnya ku menemukan keindahan
Kelaparan dan kehausan yang membuat hari ini indah
Kepayahan dan kesulitan yang membuat mewah

Al-amanah, 11 april 2011
Yazid qulbuddin

Categories: Share

Leave a Reply