Dengan Cinta Sambut Perubahan
aku percaya tentang ketulusan cinta
ya cinta tanpa tuntutan
cinta tanpa alasan
cinta tanpa pamrih
ya cinta tanpa tuntutan
cinta tanpa alasan
cinta tanpa pamrih
yang mampu membangkitkan si korban cinta menjadi penuh semangat dan kebaikan
cinta tulus orang tua terlihat ketika anaknya masih balita, cinta tulus itu membuat anaknya menjadi anak yang sesuai dengan cintanya orang tua, cinta yang tak pernah kenal dengan tuntutan, cinta yang tak kenal omelan, cinta yang tak kenal pukulan, namun cinta itu bersemayam bersama nasihat-nasihat berisi serta cerita-cerita tentang harapan..
namun ketika beranjak anak itu memasuki sekolah, cinta itu memudar perlahan, dinodai dengan omelan yang kasar, dihancurkan dengan sumpah serapah, dileburkan dengan pukulan pukulan...
anakpun semakin gerah, dia kehilangan cinta dan cintanya pun berpindah ke lain tempat, ya, cinta pada game, pada facebook, pada google, pada pacar, bahkan pada narkoba dan tawuran..
cinta tulus seorang istri suami akan menghasilkan sebuah keluarga nan harmonis, cinta yang tak pernah menuntut, cinta yang penuh dengan kebahagiaan, cinta yang berlandaskan pada ketulusan hati memiliki pasangan, namun cinta itu semakin pudar ketika kehidupan dipenuhi dengan su'udzan, diluluh lantakan oleh tuntutan-tuntutan apalagi ketika tuntutan itu mulai tak rasional, cinta yang dirusak oleh kedengkian, cinta yang penuh cerita-cerita negatif yang merusak sebuah keluarga harmonis menjadi carut marut kacau balau..
cinta seorang guru pada muridnya, digandrungi dengan petuah-petuah, dikenyangkan dengan nasihat-nasihat, dihiasi dengan pelajaran dan pendidikan yang indah, namun semua itu dapat dirusak dengan cinta yang dirusak oleh kebencian, oleh ketidaksabaran, oleh hilangnya ketulusan mendidik, oleh adanya target-target lain, oleh gaji, oleh uang, oleh proyek dan oleh kedengkian yang membuat murid semakin malas, semakin bosan, semakin jenuh sehingga cintanya berpaling dari sekolah menuju diskotik dan bioskop..
daksa V, 19 Januari 2012 00:17 WIB
cinta tulus orang tua terlihat ketika anaknya masih balita, cinta tulus itu membuat anaknya menjadi anak yang sesuai dengan cintanya orang tua, cinta yang tak pernah kenal dengan tuntutan, cinta yang tak kenal omelan, cinta yang tak kenal pukulan, namun cinta itu bersemayam bersama nasihat-nasihat berisi serta cerita-cerita tentang harapan..
namun ketika beranjak anak itu memasuki sekolah, cinta itu memudar perlahan, dinodai dengan omelan yang kasar, dihancurkan dengan sumpah serapah, dileburkan dengan pukulan pukulan...
anakpun semakin gerah, dia kehilangan cinta dan cintanya pun berpindah ke lain tempat, ya, cinta pada game, pada facebook, pada google, pada pacar, bahkan pada narkoba dan tawuran..
cinta tulus seorang istri suami akan menghasilkan sebuah keluarga nan harmonis, cinta yang tak pernah menuntut, cinta yang penuh dengan kebahagiaan, cinta yang berlandaskan pada ketulusan hati memiliki pasangan, namun cinta itu semakin pudar ketika kehidupan dipenuhi dengan su'udzan, diluluh lantakan oleh tuntutan-tuntutan apalagi ketika tuntutan itu mulai tak rasional, cinta yang dirusak oleh kedengkian, cinta yang penuh cerita-cerita negatif yang merusak sebuah keluarga harmonis menjadi carut marut kacau balau..
cinta seorang guru pada muridnya, digandrungi dengan petuah-petuah, dikenyangkan dengan nasihat-nasihat, dihiasi dengan pelajaran dan pendidikan yang indah, namun semua itu dapat dirusak dengan cinta yang dirusak oleh kebencian, oleh ketidaksabaran, oleh hilangnya ketulusan mendidik, oleh adanya target-target lain, oleh gaji, oleh uang, oleh proyek dan oleh kedengkian yang membuat murid semakin malas, semakin bosan, semakin jenuh sehingga cintanya berpaling dari sekolah menuju diskotik dan bioskop..
daksa V, 19 Januari 2012 00:17 WIB