Mari Nikmati
Ditanah sabang sampai merauke rakyat berdesakan
Saling rebut tanah dan pekerjaan
Sedang tuan datang silih bergantian
Memastikan rempah dari tanah harapan
Anak mbak asih bermimpi berseragam coklat
Sudah dinas dia malah makin bejat
Jadi penjilat pejabat pembunuh rakyat
Hebat nian kau keparat
Beda dengan anak mbak sarifah
Dia hobi bermain kelereng
Tapi bermimpi memakai seragam loreng
Sudah pakai dibantai pula aceng
Hanya untuk segepok goceng
Maaf kawan...
Di negeri ini raja adalah pelayan
Pelayan para penganut penjajahan
Pelayan gadis tuan-tuan
Pelayan yang haus darah rakyat berkucuran
Banyak sudah penjilat disana sini
Penghisap berdendang lagi dan lagi
Pejuang adalah mereka yang tak mempunyai gigi
Atau mereka yang berenang dilautan ragi
Mungkin ditindas adalah kebahagiaan
Mungkin dijajah adalah keinginan
Mungkin kemerdekaan adalah pembodohan
Mungkin juga hanyalah bualan penganut setan
Mungkin ibu pertiwi masih menikmati
Paman sam yang memperkosa diri
Entah sudah berapa tuan menidurimu ibu pertiwi
Tapi sial kau selalu menikmati
Hanya satu dua pagi kau lewati sendiri
Begitulah sampai mentari tak menatapmu lagi
Menteng 58
Yazid qulbuddin
Saling rebut tanah dan pekerjaan
Sedang tuan datang silih bergantian
Memastikan rempah dari tanah harapan
Anak mbak asih bermimpi berseragam coklat
Sudah dinas dia malah makin bejat
Jadi penjilat pejabat pembunuh rakyat
Hebat nian kau keparat
Beda dengan anak mbak sarifah
Dia hobi bermain kelereng
Tapi bermimpi memakai seragam loreng
Sudah pakai dibantai pula aceng
Hanya untuk segepok goceng
Maaf kawan...
Di negeri ini raja adalah pelayan
Pelayan para penganut penjajahan
Pelayan gadis tuan-tuan
Pelayan yang haus darah rakyat berkucuran
Banyak sudah penjilat disana sini
Penghisap berdendang lagi dan lagi
Pejuang adalah mereka yang tak mempunyai gigi
Atau mereka yang berenang dilautan ragi
Mungkin ditindas adalah kebahagiaan
Mungkin dijajah adalah keinginan
Mungkin kemerdekaan adalah pembodohan
Mungkin juga hanyalah bualan penganut setan
Mungkin ibu pertiwi masih menikmati
Paman sam yang memperkosa diri
Entah sudah berapa tuan menidurimu ibu pertiwi
Tapi sial kau selalu menikmati
Hanya satu dua pagi kau lewati sendiri
Begitulah sampai mentari tak menatapmu lagi
Menteng 58
Yazid qulbuddin