malam ini hati terus berlari menjauhi jiwa
fikiran pergi meninggalkan raga
kegelapan menyinari terangnya kefuturan
cinta menenggelamkan kebahagiaan

malam ini dimana tak ada pundak tempat ku bersimpuh
mungkin karena mata ini malu tuk mengeluarkan butirnya
atau mungkin karena hati yang mulai mengeras
ah entah, hari ini mata sudah lelah mengeluarkan butirnya

malam ini jiwa mengambang tanpa alas
hati terbang tanpa sayap - sayap ketaqwaan
mengambang dan terbang dengan penuh kepayahan
berharap untuk kembali segera jatuh ke bumi

genderang bulan malam ini pun tak bisa mengobati
setiap irisan dan goresan di hati yang sudah teramat kotor ini
tak bisa membawa luka untuk menutup semua yang menganga
tak mampu menutupi gundah yang begitu memuncak

lidah berkelu, ketenangan tak pernah bisa menembus lorong gelisah
gundah masih merajai seluruh rangkaian tubuh insan
tangan menjadi keriput seketika
mata pun mengikuti tuk menjadi layu
begitulah malam yang indah ini

mungkin karena Tuhan telah menjauh
tapi tak pantas ku menyalahkanNya
ku yakin ini hanya karena dosa yang menggunung
atau maksiat yang kulakukan khalayak syaithon
namun raga ini masih enggan bergerak merapat padaNya

Tuhan aku mengadu lagi padaMu
dihari saat ku mulai jauh dariMu
ketimpangan masalah datang bertubi - tubi
ku yakin kau bukanlah zat seperti manusia
yang tak mau memaafkanku
yang enggan membuka kesempatan padaku
sekali, dua kali, atau berjuta - juta kali
untukku meminta maaf pada Mu

Tuhan satu yang kubutuhkan saat ini
aku butuh ketenangan dibalik persimpangan jalan ini...

( yaziid Q '18 )
menteng raya 58
20 april '11 ( gelisah seorang bodoh )
sulit sebenarnya ku menuliskan ini dalam kata
namun aku ingin dia mengalir saja bagai air yang deras yang turun dari pegunungan
sejuknya menyegarkan tenggorokan dinginnya mampu memindahkan lelah kedalam ruang hampa
tulisan tulisan ini hanya sebagai penghilang sesak dan penat dalam diri

kawan, indah dunia ini ketika kita mampu terus bersama, menjadi sahabat sampai surga
mencari dan menyemai mimpi bersama, sukses dalam cita bersama
nan masuk dalam jannahnya bersama

kawan, perjalanan panjang ini pastilah sangat menyulitkan, entah eratan tangan kita kuat atau tidak menerpa badai
permasalahan - persalahan ummat menanti untuk di selesaikan
pertanyaan - pertanyaan mereka menunggu untuk dijawab

kawan, lupakanlah masa lalu dan masa depanmu yang selalu menakuti setiap langkahmu
percayalah semua akan baik-baik saja ketika kita mampu melewati detik ini dengan kebaikan
lepaskan semua beban yang ada dipundakmu, marilah bersama kita selesaikan semua

kawan, ku ingin kita bisa menjadi keluarga yang utuh
yang mampu saling menolong dan saling membantu
menyemangati semua ini dengan harapan

kawan, kekurangan antara kita begitu banyak, dan itu semua akan indah ketika kita mampu melengkapi satu dan lainnya
ketidak saling pahaman tentulah ada, namun jangan biarkan itu merusak ukhuwah yang akan kita bangun
merusak pondasi kesuksesan kita

ku ingin terus bersamamu kawan
menanam indah dalam sanubari ini
memupuk sejuknya persahabatan ini
memelihara cinta antara kita
dan menyemai semua untuk semua yang menanti tangan kita

perahu ini masih lemah
butuh tangan-tangan orang kuat untuk menyampaikannya pada pulau indah yang menanti di sebrang sana
kepompong ini akan menemukan badai dan angin kencang, tapi yakinlah dengan daun-daun yang kita tanam, kepompong ini akan selalu damai sampai saatnya ia keluar dan memberikan keindahan pada setiap mata yang memandang
aku percaya tentang ketulusan cinta
ya cinta tanpa tuntutan
cinta tanpa alasan
cinta tanpa pamrih
yang mampu membangkitkan si korban cinta menjadi penuh semangat dan kebaikan

cinta tulus orang tua terlihat ketika anaknya masih balita, cinta tulus itu membuat anaknya menjadi anak yang sesuai dengan cintanya orang tua, cinta yang tak pernah kenal dengan tuntutan, cinta yang tak kenal omelan, cinta yang tak kenal pukulan, namun cinta itu bersemayam bersama nasihat-nasihat berisi serta cerita-cerita tentang harapan..
namun ketika beranjak anak itu memasuki sekolah, cinta itu memudar perlahan, dinodai dengan omelan yang kasar, dihancurkan dengan sumpah serapah, dileburkan dengan pukulan pukulan...
anakpun semakin gerah, dia kehilangan cinta dan cintanya pun berpindah ke lain tempat, ya, cinta pada game, pada facebook, pada google, pada pacar, bahkan pada narkoba dan tawuran..

cinta tulus seorang istri suami akan menghasilkan sebuah keluarga nan harmonis, cinta yang tak pernah menuntut, cinta yang penuh dengan kebahagiaan, cinta yang berlandaskan pada ketulusan hati memiliki pasangan, namun cinta itu semakin pudar ketika kehidupan dipenuhi dengan su'udzan, diluluh lantakan oleh tuntutan-tuntutan apalagi ketika tuntutan itu mulai tak rasional, cinta yang dirusak oleh kedengkian, cinta yang penuh cerita-cerita negatif yang merusak sebuah keluarga harmonis menjadi carut marut kacau balau..

cinta seorang guru pada muridnya, digandrungi dengan petuah-petuah, dikenyangkan dengan nasihat-nasihat, dihiasi dengan pelajaran dan pendidikan yang indah, namun semua itu dapat dirusak dengan cinta yang dirusak oleh kebencian, oleh ketidaksabaran, oleh hilangnya ketulusan mendidik, oleh adanya target-target lain, oleh gaji, oleh uang, oleh proyek dan oleh kedengkian yang membuat murid semakin malas, semakin bosan, semakin jenuh sehingga cintanya berpaling dari sekolah menuju diskotik dan bioskop..

daksa V, 19 Januari 2012 00:17 WIB